Rabu, 22 Juni 2016

Urutan Layer OSI dan TCP/IP Beserta Fungsinya

Urutan Layer OSI dan TCP/IP Beserta Fungsinya

Langsung saja kita akan membahas Layer OSI dan Layer TCP/IP :
osisosi
Layer OSI
ž  Pengertian Layer OSI
Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Layer OSI ada 7 buah, berikut adalah nama – nama layer tersebut :
7th. Application
Fungsi Layer Application :
Berfungsi sebagai interface aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Pada layer inilah sesungguhnya user “berinteraksi dengan jaringan”
Contoh : FTP, SMTP, HTTP, POP3, NFS, telnet
6th. Presentation
Fungsi Layer Presentation :
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protocol pada layer ini adalah sejenis redirector software, seperti network shell (semacam virtual network computing (VNC) atau remote desktop protocol (RDP))
5th. Session
Fungsi Layer Session :
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dimulai, dipelihara, dan diakhiri. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
Protocol pada layer ini :
  1. Net BIOS
  2. Net BEUI (Net BIOS Extended User Interface)
  3. ASDP (Apple Talk Data Stream Protocol)
  4. PAP (Printer Access Protocol)
4th. Transport
Fungsi Layer Transport :
Berfungsi untuk memecah data menjadi paket-paket data serta memberikan nomor urut setiap paket sehingga dapat disusun kembali setelah diterima.
layer ini juga bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal dan menyediakan penganan error
3rd. Network
Fungsi Layer Network :
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3
2nd. Data-link
Fungsi Layer Data-link :
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut frame yang berhubungan dengan hardware kemudian diangkut melalui media
Layer ini juga mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error
1st. Physical
Fungsi Layer Physical :
Berfungsi untuk mendefinisikan media dan menjaga transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan, dan pengkabelan.

Layer TCP/IP
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.
Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Berikut adalah macam – macam Layer TCP/IP , yaitu :
4th. Application

Fungsi Layer Apllication :
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.
3rd. Transport
Fungsi Layer Transport :
Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.
2nd. Internet
Fungsi Layer Internet :
Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.
1st. Network Access
Fungsi Layer Network Access :
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.

Layer TCP/IP

4 Layer TCP/IP

Posted: 5 Juni 2013 in Instalasi LAN, Jaringan, TKJ
0
Oke kali ini saya akan share TCP/IP Layer, cekidot gan😀
TCP/IP terdiri dari 4 lapisan (layer), berupa sekumpulan protokol yang bertingkat.
Lapisan lapisan tersebut adalah :
  • Network Access Layer, Bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima data dari media fisik.
  • Internet Layer, Bertanggung jawab dalam proses pengiriman ke alamat yang tepat (IP, ARP, dan ICMP).
  • Transport Layer, Bertangung jawab dalam mengadakan komunikasi antar host.
  • Application Layer, Tempat aplikasi-aplikasi yang menggunakan TCP/IP stack berada.
1. Network Access Layer
Lapisan ini berfungsi untuk mengirim dan menerima dari dan ke media fisik
  • Merupakan layer terbawah dari model TCP/IP
  • Menyediakan sarana sistem untuk mengirim data
2. Internet Layer
Lapisan ini berfungsi untuk mencari jalur terbaik untuk pengiriman paket data.
  • Memaketkan data dan memberikan alamat pada paket tersebut
  • Melewatkan data antara network access layer dan host to host transport layer
  • Routing datagram ke remote host
  • IP, ICMP, ARP bekerja pada layer ini
3. Transport Layer
Layer ini bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua komputer dan mengirimkan paket, protocol yang berperan pada lapisan ini adalah :
  • TCP (Transport Control Protocol)
  • UDP (User Datagram Protocol)
4. Application Layer
Layer ini berfungsi memberikan service kepada pengguna jaringan. Berikut adalah contohnya :
  • Telnet :Memberikan layanan berupa remote/access komputer dari jarak jauh.
  • FTP (File Transport Protocol) : Memberikan layanan berupa download dan upload file.
  • HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) : sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yamg digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia.
  • SNMP (Single Network Management Protocol) : Protocol yang digunakan untuk mengontrol dan memonitor peralatan jaringan, SNMP juga digunakan untuk management konfigurasi, mengatur performance, dan sistem keamanan.

Komponen – Komponen OSI Layer Dan pengertiannya

Komponen – Komponen OSI Layer Dan pengertiannya . .
Pengantar Model Open Systems Interconnection (Layer OSI)
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Arsitektur danProtokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat   suatu lapisan-lapisan (layer) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri.   
ISO  (International
Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama  Open System Interconnection ( OSI ).
Protokol dan Arsitektur Jaringan
Protokol : suatu prosedur atau tata cara untuk membantu dalam mengatur jaringan.
Dalam mendesain suatu jaringan kita harus memperhatikan arsitektur standar yang telah dibuat oleh sebuah badan dunia (ISO).
Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer.
Application (layer 7)
Layer Application Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
Lapisan Aplikasi ; mengendalikan input user dari terminal dan melaksanakan program aplikasi pemakai didalam host.
Contoh Komponen
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
Network components:
•  Gateway
Protocols:
• DNS; FTP
• TFTP; BOOTP
• SNMP; RLOGIN
• SMTP; MIME;
• NFS; FINGER
• TELNET; NCP
• APPC; AFP
• SMB
Contohnya 
FTP = berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang men-support TCP/IP protokol
POP3 = digunakan untuk pengelolaan mail.
HTTP = Fungsinya adalah untuk mentransfer HTML dan WEB,biasanyan setiap yang berbentuk Hyper Text dapat digunakan untuk transfer didalam internet.
Presentation (Layer 6)
Layer Presentation adalah layer yang bertanggung jawab dalam memberikan layanan penyajian format data untuk aplikasi-aplikasi pada layer application agar tidak terjadi pertukaran data yang tidak diinginkan antara aplikasi satu dengan yang lainnya.
Lapisan Penyajian ; menformat data sehingga dapat disajikan oleh user.
Contoh Komponen
Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
KOMPONEN
• Gateway 
• Redirector
PROTOKOL
• None
Contoh protokolnya 
SMTP = menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan.
MPEG = berfungsi untuk mengirim dan menerima file berbentuk video
JPEG = berfungsi untuk mengirim dan menerima file berbentuk gambar
Session (Layer 5)
Layer Session Berfungsi dalam menetapkan, mengelola, dan mengakhiri sesi antara dua host berkomunikasi. Layer ini memberikan layanan ke lapisan presentation. hal ini juga mensinkronkan dialog antara lapisan presentasi dua host dan mengelola pertukaran data mereka.
Lapisan Sessions ; bertugas mengatur, mengorganisir dialog dalam pertukaran data. 
Session komponen
Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.
NETWORK COMPONENTS:
• Gateway
PROTOCOLS:
• NetBIOS 
• Names Pipes
• Mail Slots
• RPC
Contohnya protokol 
SQL = yang mengatur fungsi-fungsi SQL Server.
RPC = fungsi adalah prosedur untuk pemanggilan jarak jauh
Transport (Layer 4)
Layer Transport Berfungsi untuk memecah data kedalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. 
Lapisan Transport ; memungkinkan user node dan host node saling berkomunikasi.
Contoh Komponen
Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).
KOM PONEN
• Gateway 
• Advanced Cable Tester
• Brouter
PROTOCOLS:
• TCP, ARP, RARP;
• SPX 
• NWLink 
• NetBIOS / NetBEUI
• ATP
Contoh protokolnya
TCP = berguna untuk pengiriman data dalam WEB Browser, E-mail, dan transfer File
UDP = berfungsi untuk pengiriman data berkapasitas rendah
SPX = sebagai media transmisi data dan menjamin validitas data yang ditransmisikan oleh IPX
Network (Layer 3)
Layer Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer 3.
Lapisan Jaringan ; menyebabkan lapisan fisik mentransfer frames dari node ke node.
Contoh Komponen
Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
KOMPONEN :

• Brouter 
• Router 
• Frame Relay Device
• ATM Switch
• Advanced Cable Tester
PROTOCOLS :

• IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
• IGMP;
• IPX 
• NWLink 
• NetBEUI 
• OSI 
• DDP 
• DECnet
Contoh protokolnya 
IP = mengatur aliran data internet
IPX = sama seperti SPX 
ARP = Untuk keperluan mapping IP address ke Alamat Ethernet
RARP = menentukan Network Address pada saat alamat data link layer di ketahui.
ICMP = mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
RIP = digunakan untuk keperluan routing.
Datalink (Layer2)
Layer Datalink Berfungsi untuk memberikan pengalamatan fisik dalam hal ini berlawanan dengan pengalaman logis, merubah data menjadi frame dan melakukan flow control pada pengiriman data. 
Lapisan Data Link ; memformat data menjadi record dan mendeteksi kesalahan.
Contoh Komponen
Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. 
Bridge adalah alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil.
Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun.
Contoh protokolnya 

SLIP = digunakan untuk komunikasi antara dua mesin yang sebelumnya dikonfigurasi untuk komunikasi satu sama lain.
PPP = menghubungkan computer individu atau jaringan computer ke internet service provider
Physical (layer 1)
Layer Physical Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitktur jaringan topologi dan pengabelan. 
Lapisan Fisik ; mentransmisikan data dari satu node ke node lain.
Contoh Komponen
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem. 
HUB adalah sebuah alat yang digunakan dalam jaringan LAN yang bekerja di OSI pada layer Physical layer. Hub berfungsi sebagai konsentrator yaitu digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih komputer yag ada pada jaringan LAN yang menggunaan topologi star. 
Merupakan sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali sinyal yang ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal untuk mengalir diluar batas keterbatasan panjang kabel. Sebuah repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.
Contoh protokolnya : 
10baseT = berfungsi mengubungkan network adapter
100baseT = berfungsi menghubungkan data di fast ethernet
RS232 = mengatur mengenai level tegangan, konektor dan aturan komunikasi.
KESIMPULAN 
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
Physical,Layer.
Komponen : Hub, Repeater.
HUB adalah sebuah alat yang digunakan dalam jaringan LAN yang bekerja di OSI pada layer Physical layer. Hub berfungsi sebagai konsentrator yaitu digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih komputer yang ada pada jaringan LAN yang menggunaan topologi star. disini hub tidak melakukan traffic control jadi jika terlalu banyak port yang ada pada hub tersebut digunakan akan mengaibatkan kinerja hub turun hal ini terjadi karena sering terjadinya collision antara ethernet.

Gambar Hub.

(Cari di Google)


Repeater merupakan sebuah device yang meregenerasi/menghasilkan kembali sinyal yang ditransmisikan pada kabel. Repeater mengijinkan sinyal untuk mengalir diluar batas keterbatasan panjang kabel. Sebuah repeater tidak melakukan translasi atau filterisasi paket.
Gambar Repeater.
(Cari di Google)

Data Link Layer Komponen : Bridge, Switch, NIC
Bridge adalah alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. bridge membaca alamat MAC (media access control0 dari setiap paket data yang diterima yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau di abaikan. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision ttetepi ia juga dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment - segment jika hanya segment itu sangat diperlukan.


Gambar Bridge.
(Cari di Google)
Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LAN.
Gambar Switch.
(Cari di Google)
NIC adalah sebuah kartu yang dimasukkan ke dalam komputer. Fungsi utama NIC adalah membuat frame dan meneruskan signal biner keluar komputer dan meneruskannya ke kabel jaringan. NIC adalah alat yang menentukan apakah frame yang dipakai adalah ethernet , token ring atau yang lainnya. Masing-masing NIC mempunyai kode unik yang disebut Media Access Control (MAC) address. Alamat ini digunakan untuk mengontrol komunikasi data antar host yang berada di dalam jaringan.
Gambar NIC
(Cari di Google)
Network Layer Komponen : Brouter, Router, Frame Relay Device, ATM Switch, Advanced Cable Tester. 
Brouter merupakan Suatu alat penghubung jaringan yang mengkombinasikan fungsi router dan bridge. Alat ini mengatur lewatnya data sesuai dengan protokol yang dipakai dan menjembatani semua lalu lintas data lain.
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (lapisan jaringan seperti Internet Protocol).
Gambar Cisco Router.

Rabu, 01 Juni 2016

Kelas-Kelas IP Address


Kelas-Kelas IP Address

IP address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP address sebanyak ini harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan dalam kelas-kelas. Dasar pertimbangan pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk mempermudah pendistribusian pendaftaran IP address.

IP address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP address kelas AjaringanIP address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit. IP address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas d diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.

Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host ID dari suatu IP address  Setiap IP address selalu merupakan pasangan network ID (Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas host dalam suatu jaringan). Masing-masing komputer/router di suatu jaringan host ID-nya harus Unik (harus berbeda dgn komputer yg lain).

Kelas-Kelas IP Address
Bit (kependekat dari Binary Digit ) adalah bilangan biner yg terdiri dari 2 angka : 0 dan 1
Oktet, 1 Oktet = 8 bit = nilainya antara 0 - 255 desimal

Kelas A

Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama : 0
Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)
Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama : 0 - 127
Range  IP address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (o dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network : 126
Jumlah IP address : 16.777.214
IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah : Network ID :113, Host ID = 46.5.6
Kelas B

Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama : 10
Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama : 128 - 191
Range IP address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network : 16.384
Jumlah IP address : 65.534
Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.
Kelas C

Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama : 110
Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama : 192 - 223
Range IP address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
Jumlah Network : 2.097.152
Jumlah IP address : 254
Host ID adalah 8 bit terakhi, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address  Tiga bit pertama IP address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.
Kelas D

Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast
Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
Kelas E

Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

Kamis, 05 Mei 2016

Istilah-stilah dalam jarinag komputer

Istilah Dalam Jaringan Komputer


Dunia teknologi yang sedang berkembang pesat-pesatnya saat ini memungkinkan pengguna komputer untuk mengakses komputer atau perangkat apapun yang lokasinya berada pada jarak yang sangat jauh dari si pengguna berada.

Itulah salah satu contoh implementasi jaringan komputer yang tidak disadari oleh banyak orang. Yang penting bisa online, bisa browsing itu aja mungkin ya. Padahal itu adalah salah satu penerapan dari jaringan komputer dalam kehidupan sehari-hari.

;
Contoh penerapan sistem jaringan komputer lainnya ketika dirumah atau dikantor antara satu perangkat dengan perangkat yang lain sama-sama online menggunakan hotspot yang sama, itu berarti seluruh perangkat tersebut telah saling terhubung dalam satu jaringan, yaitu hotspot tadi.

Dengan perkembangan sistem jaringan komputer yang sudah sedemikian pesatnya, saatnya untuk memulai belajar tentang jaringan komputer, setidaknya belajar untuk mengetahui konsep dasar dan memahami istilah-istilah yang ada dalam jaringan komputer.

Untuk memulai belajar tentang jaringan komputer tentu sebelumya harus memahami dulu istilah-istilah yang ada pada jaringan komputer. Untuk itu dibawah akan disebutkan dan dibahas beberapa istilah umum yang banyak digunakan dalam dunia jaringan komputer.

ISP
ISP merupakan singkatan dari Internet Service Provider yang bisa diartikan dengan penyedia jasa internet. ISP merupakan penghubung antara pengguna dengan internet. Beberapa contoh ISP yang ada di Indonesia antara lain: Speedy, Biznet, Citranet, dan Fastnet.

LANHasil gambar untuk lan
Merupakan Singkatan dari Local Area Network. Merupakan jaringan komputer dengan skala area yang kecil. Bisa dalam satu rumah atau satu gedung. LAN dapat menghubungkan antara komputer menggunakan kabel RJ45 maupuan tanpa kabel (wireless) seperti hotspot.

MANHasil gambar untuk jaringan man
Merupakan singkatan dari Metropolitan Area Network. MAN merupakan pengembangan dari LAN, dimana MAN memiliki area yang lebih luas dari pada LAN, bisa antar gedung maupun antar kantor dalam perusahan di tiap kota.

WANHasil gambar untuk jaringan wan
Merupakan singkatan dari Wide Area Network. Kalau MAN merupakan pengembangan dari LAN, maka WAN merupakan pengembangan dari MAN, dimana area wilayahnya sangat luas, bisa mencapai antar negara.

IP Address
IP merupakan singaktan dari Internet Protocol, dimana IP Address adalah alamat suatu host atau komputer didalam jaringan komputer. Dalam kehidupan nyata IP Address dapat dianalogikan sebagai alamat rumah. Contoh IP Address adalah 192.168.1.1

RouterHasil gambar untuk jaringan Router
Router adalah perangkat dalam jaringan yang berfungsi untuk mengatur lalu-lintas paket dalam jaringan. Ketika kamu terhubung pada hotspot, maka ada perangkat yang memancarkan sinyal hotspot tersebut dan mengaturnya, itulah contoh kecil dari router.

Gateway
Ketika dalam satu jaringan terdapat beberapa sub jaringan, maka agar komputer yang berada pada masing-masing sub jaringan membutuhkan satu komputer sebagai perangkat gateway sebagai penghubung komputer-komputer dibawahnya ke router.

NAT
Merupakan singkatan dari Network Address Translation atau bisa diartikan dengan Penerjemahan Alamat Jaringan. Supaya komputer pada jaringan A dapat mengakses dan membaca komputer pada jaringan B, maka NAT ini harus diaktifkan lebih dulu, itulah fungsi NAT.
'
Proxy
Server yang menyediakan layanan untuk meneruskan setiap permintaan akses kepada server lain di internet. Dalam hal ini indentitas pengguna tidak akan diketahui ketika sedang berseluncur di dunia maya.

DHCP
Merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP memungkinkan setiap host dalam suatu jaringan untuk mendapatkan IP Address secara otomatis dari router-nya.

Hostname
Sesuai dengan nama istilah tersebut yaitu Hostname yang berarti nama Host. Host berarti komputer itu sendiri dan name adalah namanya. Secara default kalau belum diganti hostname pada Windows mengikuti dari nama username dari Windows itu sendiri, seperti Contoh-PC.

Domain
Domain adalah nama atau alamat dari sebuah situs, misalkan google.com, taktiktop.com, yahoo.com itu semua adalah domain.

DNS
Merupakan singkatan dari Domain Name System. Protokol yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain menjadi IP Address. Contohnya begini, ketika mengakses google.com, maka DNS akan menerjemahkan google.com tersebut menjadi IP address asli dari Google.

NIC
Merupakan singkatan dari Network Interface Card atau bisa diartikan dengan kartu antar muka jaringan. Contoh yang paling mudah adalah LAN card, dimana untuk menghubungkan kabel LAN melalui NIC yang berupa LAN card ini.

Ethernet
Gampangnya bisa dibilang sebagai sebutan lain dari LAN card, merupakan standar operasional yang digunakan pada jaringan yang menggunakan kabel.

MAC Address
Merupakan identitas yang dimiliki oleh tiap-tiap perangkat jaringan yang tersusun dari 16 karakter dan bersifat unique. Bersifat unique karena mac address pada perangkat yang satu tidak mungkin sama dengan perangkat lain. Dengan kata lain mac address pada tiap-tiap perangkat jaringan pasti berbeda. Dalam istilah yang lain disebut juga sebagai Physical Address.
Baca juga: Cara Mengetahui Mac Address

Firewall
Berfungsi sebagai pembatas akses dari dan ke port tertentu. Contohnya adalah meblokir akses ke internet yang dilakukan oleh aplikasi tertentu pada sistem operasi.

Bandwidth
Arti secara harfiahnya adalah lebar data. Bisa diartikan juga sebagai besarnya data yang dapat berlalu-lintas pada internet. Semakin besar bandwidth berarti semakin lebar pula data yang dapat keluar masuk di internet, dengan begitu semakin kencang juga akses internet yang didapat.

UTP
Merupakan singkatan dari Unshielded Twister Pair merupakan jenis kabel yang digunakan untuk LAN atau menghubungkan satu komputer dengan yang lain menggunakan ethernet.

RJ-45
Konektor yang digunakan dalam kabel LAN. Jadi setiap ujung kabel LAN harus selalu disambungkan dengan konektor RJ-45 sebelum dicolokkan pada ethernet. Proses penyambungan kabel LAN pada konektor RJ-45 disebut crimping.

Topologi
Merupakan bentuk atau skema suatu jaringan komputer. Contoh topologi adalah topologi bus, star, ring, dan tree. Dalam topologi star contohnya, server berada di tengah sebagai pusat dan host nya berada di sekelilingnya sehingga bentuknya menjadi seperti bintang, karena itu disebut topologi star atau bintang.